Tampilkan postingan dengan label Dakwah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dakwah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 06 Desember 2015

Hakikat Cinta Kepada Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam



Zakaria Akhmad, Lc

LajurDakwah- Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam diutus oleh Allah kepada umat manusia untuk menjelaskan Islam, syariat Islam yang paling agung adalah dua kalimay syahadat. Seluruh ajaran Islam bergantung kepada dua kalimat syahadat ini. Lihatlah bagaimana keutamaan kalimat ini, sampai-sampai Allah memerintahkan Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam untuk memerangi manusia sampai mereka mau bersaksi dengan dua kalimat ini. Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

"Aku diperintahkan untuk memerangi manusia sampai mereka bersaksi bahwa tidak ada ada ilah yang berhak untuk disembah kecuali Allah dan bahwasannya Muhammad adalah utusan Allah, serta menegakkan shalat dan menunaikan zakat. Jika mereka melakukan itu maka mereka telah menjaga dariku darah dan harta mereka, kecuali dengan hak islam, dan hisab mereka ada pada Allah." HR. Al Bukhari

Begitu besar dan agungnya hak Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam sehingga Allah menjadikan beriman kepada Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam sebagai syarat sahnya keimanan seseorang hamba

Cinta kepada Allah dan Rasul-Nya
Seorang hamba diwajibkan atasnya untuk mencintai Allah, kecintaan kepada Allah juga merupakan tanda keimanan, Allah berfirman


ูˆَุงู„َّุฐِูŠู†َ ุขู…َู†ُูˆุง ุฃَุดَุฏُّ ุญُุจًّุง ู„ِู„َّู‡ِ

Artinya: "Adapun orang-orang yang beriman sangat cintanya kepada Allah." Al Baqarah : 165

Seorang hamba juga wajib mencintai Rasulullah shalallahu "alaihi wa sallam, beliau bersabda,

"Tidak sempurna iman seorang di antara kalian hingga lebih dicintainya melebihi kecintaanya kepada orang tuanya, anakanya dan seluruh manusia." HR Bukhori dan Muslim

Cinta yang sebenarnya kepada Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam adalah sebuah kecintaan yang berbuah adanya pengidolaan dari seorang kepada Rasulullah shalallahu "alaihi wa sallam, mencintai apa yang dicintai beliau dan membenci apa yang dibenci oleh beliau.

Ayat-ayat Al Quran yang memerintahkan cinta Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam,     


 
 Artinya: "Katakanlah: "jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya". Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik." QS At-Taubah :24



ุงู„ู†َّุจِูŠُّ ุฃَูˆْู„َู‰ ุจِุงู„ْู…ُุคْู…ِู†ِูŠู†َ ู…ِู†ْ ุฃَู†ูُุณِู‡ِู…ْ ูˆَุฃَุฒْูˆَุงุฌُู‡ُ ุฃُู…َّู‡َุงุชُู‡ُู…ْ 

Artinya:“Nabi itu (hendaknya) lebih utama bagi orang-orang mukmin dari diri mereka sendiri dan istri-istrinya adalah ibu-ibu mereka" QS Al-Ahzab: 6


Artinya: "Katakanlah: Jika memang kamu cinta kepada Allah, maka turutkanlah aku, niscaya cinta pula Allah kepada kamu dan akan diampuniNya dosa-dosa kamu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi penyanyang." QS Ali Imran: 31


Hadits-hadits yang memerintah untuk mencintai Rasulullah shalallahi 'alaihi wa sallam,

"Kami bersama Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam dan beliau memegang tangan Umar bin Khathab, lalu Umar berkata, wahai Rasulullah, sungguh engkau lebih aku cintai dari segala sesuatu kecuali diriku. Maka Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda, tidak! Demi Allah diriku ada di tangan-Nya, sampai aku lebih engkau cintai dari dirimu sendiri. Lalu Umar berkta, serakang ! Demi Allah sungguh engkau lebih aku cintai dari diriku. Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda, sekarang (engkau benar), wahai Umar." HR Bukhori

 "Ada tiga perkara yang apabila tiga perkara tersebut ada ada seorang, maka dia akan mendapatkan manisnya iman, yaitu (1) Allah dan Rasul-Nya lebih dicintai daripada selain keduanya. (2) apabila dia mencintai seseorang karena Allah, (3) dia tidak suka kepada kekafiran setelah Allah menyelamatkannya, sebagaimana ia tidak mau dilemparkan ke dalam api." HR. Bukhori dan Muslim

 " Seseorang berntanya kepada Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam, wahai Rasulullah kapan terjadinya hari kiamat?. Beliau shalallahu 'alaihi wa sallam berkata, apa yang engkau siapkan untuknya?, Dia menjawab, aku tidak banyak melakukan (amalan-amalan sunah) shalat, puasa ataupun sedekah, akan tetapi aku mencintai Allah dan Rasul-Nya. Maka Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda, engkau akan bersama orang yang engaku cintai." HR. Bukhori dan Muslim

"Anas bin Malik radiallahu 'anhu berkata, sungguh aku mencintai Allah dan Rasul-Nya, juga Abu Bakar dan Umar. Aku berharap bisa mereka walaupun aku tidak bisa beramal seperti amalan mereka." HR. Muslim


Purbalingga 22 Rabi'ul Awwal 1435 H
Ustadz Zakaria Akhmad, Lc  

Sabtu, 05 Desember 2015

Ndak Ada Ruginya



Abdullah Zaen, Lc., MA

LajurDakwah- Mungkin banyak di antara kita pernah lama berdoa meminta sesuatu kepada Allah, namun belum juga dikabulkan. Dalam neghadapi kondisi tersebut, setiap kita mungkin sikapnya berbeda-beda. Orang pertama pantang menyerah, tetap saja berdoa, hingga dikabulkan Allah atau kedahuluan dijemput ajal. Orang kedua memilih untuk putua asa, lalu tidak lagi berdoa. Dan orang ketiga mulai bersu'uzhan kepada Allah. Ia berkata, "Kayaknya Allah sudah tidak peduli lagi dengan diriku!"

Orang kedua dan ketiga bisa bersikap demikian, kemungkinan besar karena mereka belum mengenal siapa Allah. Kurang menyadari luasnya rahmat dan karunia Allah. Padahal dalam kondisi apapun, orang bedroa itu tidak akan rugi. Entah doanya dikabulkan atau tidak.

Rasulullah shallallahu'alaihiwasallam  menjelaskan,

"Setiap muslim berdoa dan doanya tidak bermuatan dosa ataupun memutus silaturrahim; pasti Allah akan karuniakan kepadanya salah satu dari tiga hal.
1. Akan segera dikabulkan doanya. Atau;
2. Akan diatbung sebagai pahala di akhirat. Atau;
3. Akan dihindarkan dari marabahaya yang sepadan dengan isi doanya.
Para sahabatpun berkomentar, "Jika demikian, kami akan perbanyak berdoa!". Beliau menimpali, "Allah itu lebih banyak lagi (karunianya)". HR. Ahmad dari Abu Sa'id al-Khudry radhiyallahu'anhu dan dinilai sahih oleh al-Albany.

Jadi, setiap doa yang benar dipanjatkan oleh seorang mukmin itu pasti dikabulkan oleh Allah ta'ala. Sebab itulah isi janji-Nya. Tidak mungkin Dia ingkar janji. Dalam sebuah ayat al-Qur'an telah ditegaskan,

ูˆَู‚َุงู„َ ุฑَุจُّูƒُู…ُ ุงุฏْุนُูˆู†ِูŠ ุฃَุณْุชَุฌِุจْ ู„َูƒُู…ْ

Artinya: "Rabb kalian telah berfirman, "Berdoalan kepada-Ku; nisacaya akan Aku kabulkan". QS. Ghafir (40): 60

Hanya saja, proses pengabulan doa masing-masing orang tidak sama.

Ada yang langsung dikabulkan permintaanya, mirip seperti isi doanya.

Ada yang dikabulkan permintaanya sesuai dengan apa yang ia minta, namun setelah waktu yang cukup lama. Karena suatu hikmah yang dikehendaki Allah ta'ala.


Ada pula yang belum dikabulkan doanya di dunia. Sampai ia meninggal, apa yang ia minta tidak juga dikabulkan Allah ta'ala. Namun ternyata Allah menjadikan doa-doanya itu sebagai pahala yang akan ia nikmati kelak di hari kiamat.

Jadi, orang berdoa, apapun kondisi yang dialaminya, tidak akan pernah merugi. Jadi mengapa ada di antara kita yang masih bermalas-malasan untuk berdoa?


Pesantren Tunas Ilmu, Kedungwuluh, Purbalingga, Jateng
Kamis, 17 Dzulhijjah 1436
      

Jumat, 04 Desember 2015

Serakus Serigala



Abdullah Zaen, Lc., MA

LajurDakwah- Anda pernah melihat program wild life ? Dalam acara tersebut kita bisa melihat bagaimana serigala memangsa buruannya, mengcengkram, menerkam, menggigit, merobek, mengunyah dan kemudian menelannya. Saling tarik antara satu serigala dengan serigala lainnya menjadi hal yang biasa. Sebab masing-masing ingin mendapatkan makanan yang paling banyak.

 Itulah sedikit gambaran tentang kerakusan serigala yang mungkin akan dianggap wajar karea ia idak memiliki hati dan otak. Namun bagaimana halnya bila kerakusan itu muncul dari makhluk yang berhati dan berotak? Bahkan ia lebih rakus dari serigala!, siapaka dia?. Tidak lain dan tidak bukan adalah manusia!

Mari kita simak penuturan Rasulullah shalllahu 'alaihiwasallam, dalam hadist Ka'ab bin Malik R.a berikut,

"Keruksakan yang diakibatkan dari dua serigala lapar yang memangsa domba, tidak lebih parah dibanding kerusakan agama seseorang yang ditimbulkan dari kerakusannya terhadap harta dan kedudukan". HR. Tirmidzy dan dinyatakan sahih oleh beliau

Dalam hadist diatas digambarkan bahwa daya rusak dua seigala yang sedang kelaparan itu masih kalah dahsyat dibandingkan kerusakan yang ditimbulkan dari ambisis seseorang terhadap harta dan jabatan.

Demi meraih harta, banyak orang menghalalkan segala cara dan mengorbankan hal-hal yang berharga. Dia merasa nyaman untuk berkorupsi, memakan riba, berselingkuh, membunuh, mengorbankan tali silaturahmi dan masih banyak lainnya.

 Setali tiga uang, berbagai cara ditempuh oleh banyak manusia untuk meraih kedudukan, tanpa peduli benar atau tidaknya cara tersebut. Sogok dan suap dianggap biasa. Sikut menyikut dan menjatuhkan kompetitor merupakan bumbuwajib persaingan. Carmuk (cari muka) dengan berbagi sembako dan uang dinilai sebuah keharusan. Tidak lupa pergi ke dukun dianggap suatu kelaziman.

 Jangan Mengira bahwa yang diintai fitnah kekuasaan itu hanya para pencari jabatan duniawi saja. Mereka yang berambisi untuk meraih kedudukan yang bersifat agama pun terancam. Rebutan kursi ketua ormas keagamaan, 'jabatan' pemuka agama, mulai dari tingkat kampung hingga naisonal, juga menjadi ajang setan untuk merusak agama manusia.

Harta dan jabatan (keududukan) keduanya sering disebut-sebut sebagai dua sekawan yang tak terpisahkan. Harta bisa menghantarkan seseorang kepada posisi atau jabatan tertentu. Bhakan hari ini posisi yang seharusnya diisi secara lamai oleh orang-orang berkompeten pun bisa dibeli dengan harta. Posisi atau jabatan pun mampu membuat orang mengeruk harta sebanyak-banyaknya. Tanpa ada rasa puas. Tidak ada rasa malu. Apalagi secuil peduli, perhatian dan keberpihakan terhadap masyarakat.

Ya, seperti itulah daya tarik harta dan kekuasaan. Bisa menggiurkan siapapun. Maka tidak ada jalan lain bagi kita, melainkan terus memohon pertolongan Allah ta'ala agar selalu dipelihara dari fitnah harta dan kekuasaan.

Pada dasarnya permasalahan bukanlah pada jabatan dan harta itu sendiri, akan tetapi pada cara untuk mendapatkannya dan penggunaanya. Apabila benar cara dan penggunaanya, maka akan terpuji, bila sebaliknya maka akan tercela.

Semoga kitasemua selalu dijaga oleh Allah ta'ala dalam menjalani kehidupan di dunia ini. Sebab hanya Dia-lah sebaik-baiknya penjaga, Amin.


Pesantren Tunas Ilmu, Kedungwuluh, Purbalingga
28 Rabi'ul Awwal 1435   

Rabu, 02 Desember 2015

Mewujudkan Suasana Ibadah dalam Keluarga



Muhamad Rizal, Lc

LajurDakwah- Allah menjanjikan kehidupan yang thayyibah bagi mereka yang beramal shalih, dengan dilandasi Iman. Allah berfirman


Artinya: "Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan". QS. An-Nahl ( 16):97

Dari ayat ini tampaklah bahwa amalan sholih sangat berpengaruh dalam membentuk keluarga yang sakinah. Sehingga tidak mengherankan jika Rasulullah demikan banyak mendorong umatnya untuk mewujudkan suasana ibadah dalam keluarganya. Seperti sabda Rasulullah 
"Allah merahmati seorang suami yang bangun malam menegakkan shalat malam, lalu ia bangunkan istrinya, hingga sang istri shalat. Bila sang istri enggan, ia percikan (usapkan) air ke wajahnya. Dan sungguh Allah merahmati seorang istri yang bangun malam untuk mengerjakan shalat malam lalu ia bangunkan suaminya. Bila sang suami enggan, ia usapkan air ke wajah suaminya." (dari hadits Abu Hurairah r.a)

 Suami atau istri yang baik memiliki pandangan bahwa rumah bukan sekedar tempat menunaikan hajat makan, minum, beristirahat, bersenang-senang dengan keluarga atau memenuhi kebutuhan biologis. Baik suami atau istri selalu berupaya menjadikan rumahnyapenuh dengan suasana ibadah, tarbiyah (pendidikan) diatas manhaj nubuwwah untuk keluargnya, sebagaimana tampak dalam haidts di atas.

Sabda-sabda Rasulullah yang semaknda ini sangat banyak. Dalam hadits dari Abu Hurairah r.a, Rasulullah bersabda

"Janganlah kalian menjadikan rumah-rumah kalian sebagai kuburan-kuburan, sesungguhnya syaiton lari dari rumah yang dibacakan padanya suart Al-Baqarah. (H.R Muslim (1/539) no. 780)

Dalam hadits lain Rasulullah bersabda
"Bacalah surat Al-Baqarah karena sungguh mengambilnya adalah berkah dan meninggalkannya adalah kerugian dan tukang-tukang sihir tdak mampu menghadapinya. (HR. Muslim no. 804)

Dua haidts diatas adalah bimbingan kepada kita agar kita tidak menjadikan rumagh seperti pekuburan, tidak ada shalat (bagi kaum lelaki memakmurkannya dengan shalat sunah di rumah), tidak ada bacaan Al-Quran dan dzikir. Namun hendaknya rumah dimakmurkan dengan berbagai jenis ibadah kepada Allah.
Disamping memakmurkan rumah dengan dzikir dan shalat sunnah, Rasulullah juga mengajarkan agar kita membersihkan rumah-rumahnya dari perkarayang memalingkan dari dzikir dan ibadah kepada Allah ta'ala seperti patung dan gambar-gambar makhluk bernyawa, alat-alat musik serta media-media lain yang seringkali menjadi sebab kerusakan dan berpalingnya seorang dan keluarganya dari ibadah kepada Allah.

"Dari Aisyah, Ummul Mukminin beliau pernah membeli numroqoh berhiasan gambar-gambar, maka ketika Rasullullah Saw melihatnya beliau berdiri di depan pintu dan tidak berkenan masuk ke dalam rumah. Aisyh memahami ketidaksukaan Rasulullah yang tampak dalam wajahnya. Aku pun berkata : Wahai Rasulullah Aku bertaubat kepada Allah, dosa apa yang aku lakukan? Rasulullah bertanya: Kenapa ada numroqoh (kain bergambar) ini, apa yang diamukan? Aku berkata: Aku embelinya untuk engkau duduk diatasnya, maka Rasulullah bersabda: Sesungguhnya para pembuat gambar-gambar ini pada hari kiamat akan disiksa, dikatakan padanya : Hidupkanlah apa yang dahulu kalian buat (berupa patung dan gambar makhluk bernyawa). Rasulullah juga bersabda: Sesungguhnya rumah yang didalamnya ada gambar-gamabar tidak akan dimasuki malaikat... HR. Bukhari no.2105


Purbalingga 07 Syaban 1435 H
Muhamad Rizal, Lc

Selasa, 01 Desember 2015

Habis Gelap Terbitlah Terang



Abdullah Zaen, Lc., MA

LajurDakwah- Alhamdulillah, wash shalatu was salamu 'ala rasulillah
Siapapun yang hidup pasti akan menghadapi hal-hal yang tidak enak. Berupa musibah, sakit, sedih, problematika, kekurangan harta dan yang semisalnya. Itu sudah merupakan sunnatullah yang pasti terjadi. Allah ta'ala menjelaskan,


Artinya: "Kami (Allah) pasti akan menguji kalian dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa juga buah-buahan. Dan berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar". QS. Al-Baqarah (2): 155

 Dalam menghadapi berbagai ujian tersebut, agar hati terasa lapang, ada beberapa hal yang perlu kita realisasikan, Antara lain:

Pertama: Meyakini bahwa ujian tersebut tidak akan melebihi batas kemampuan kita
 Seberat apapun ujian yang Allh timpakan kepada kita, pasti hal itu tidak akan melewati batas kemempuan kita. Alias kita akan mampu menghadapinya, dengan izin Allah. Sebab Allah ta'ala tidak akan membebani hamba-Nya melampaui batas kemampuannya.

 ู„ุง ูŠُูƒَู„ِّูُ ุงู„ู„َّู‡ُ ู†َูْุณًุง ุฅِู„ุง ูˆُุณْุนَู‡َุง

Artinya: "Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya." QS. Al-Baqarah (2):286

Kedua: Ujian akan mengurangi dosa-dosa hamba apabila dengan kesabaran 
 Rasulullah shallallahu'alaihiwasallam menjelaskan,

 "Tidaklah ada kelelahan, rasa sakit, kesedihan, kekhawatiran, gangguan dan kegundah-gulanaan yang diderita seorang muslim, bahkan sapai duri yang menancap di tubuhnya; melainkan Allah akan menjadikannya sebagai penggugur sebagian dosa-dosanya." HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Sa'id dan Abu Hurairah R.A

 Ketiga: Ingat, habus gelap terbitlah terang !Andaikan kita mau jujur membandingkan antara kenikmatan yang Allah karuniakan dengan musibah yang Allah timpakan pada kita, niscaya akan kita temukan bahwa musibah tersebut jauh lebih sedikit. Contoh kecilnya adalah masalah kesehatan. Antara sehatnya tubuh kita dengan sakitnya, pasti rata-rata kehidupan kita didominasi oleh kesehatan dibandingkan sakit.

Kemudian, musibah itu ada selesainya, Bahkan semakin berat ujian, biasanya itu pertanda bahwa sebentar lagi akan berakhir. Allah menjelaskan

   ูَุฅِู†َّ ู…َุนَ ุงู„ْุนُุณْุฑِ ูŠُุณْุฑًุง 

 Artinya: "Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan." QS. Al-Insyirah (94):5

Yakinlah, bahwa cahaya itu akan muncul setelah kegelapan! HABIS GELAP TERBITLAH TERANG
Pesantrren "Tunas Ilmu" Kedungwuluh Purbalingga
18 Syawal 1435
 

Islam Bukan Agama Prasmanan



Abdullah Zaen, Lc., MA
LajurDakwah- Prasmanan,adalah sebuah istilah yang tidak asing di telinga kebanyakan kita. Yakni cara menjamu makan dengan mempersilahkan tamu mengambil dan memilih sendiri hidangan yang sudah ditata secara menarik di beberapa meja. Mana yang ia suka; ia ambil. Sebaliknya yang tidak ia suka; ia tinggalkan. Model penyajian makanan seperti ini banyak ditemukan dalam resepsi pernikahan dan yang semisal.

Prasmanan dalam pandangan Islam boleh-boleh saja. Tentu selama yang disajikan adalah makanan dan minuman yang halal, serta tidak berlebih-lebihan.

Lantas mengapa artikel ini berjudulkan, “Islam bukan agama prasmanan”?. Jawabannya karena sebagian kaum muslimin menyikapi ajaran Islam seperti prasmanan. Alias, mana ajaran yang ia suka; ia pakai. Adapaun ajaran yang tidak ia sukai; maka ia tinggalkan.

Pola prasmanan dalam beragama seperti ini tidak bisa diterima dalam Islam. Allah ta’ala menegaskan,

ุฃَูَุชُุคْู…ِู†ُูˆู†َ ุจِุจَุนْุถِ ุงู„ْูƒِุชَุงุจِ ูˆَุชَูƒْูُุฑُูˆู†َ ุจِุจَุนْุถٍ ۚ ูَู…َุง ุฌَุฒَุงุกُ ู…َู†ْ ูŠَูْุนَู„ُ ุฐَٰู„ِูƒَ ู…ِู†ْูƒُู…ْ ุฅِู„َّุง ุฎِุฒْูŠٌ ูِูŠ ุงู„ْุญَูŠَุงุฉِ ุงู„ุฏُّู†ْูŠَุง ۖ ูˆَูŠَูˆْู…َ ุงู„ْู‚ِูŠَุงู…َุฉِ ูŠُุฑَุฏُّูˆู†َ ุฅِู„َู‰ٰ ุฃَุดَุฏِّ ุงู„ْุนَุฐَุงุจِ ۗ ูˆَู…َุง ุงู„ู„َّู‡ُ ุจِุบَุงูِู„ٍ ุนَู…َّุง ุชَุนْู…َู„ُูˆู†َ
 
Artinya: “Apakah kalian mengimani sebagian isi Kitab lalu ingkar terhadap sebagian lain? Tidak ada balasan (yang pantas) bagi orang yang berbuat demikian di antara kalian melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia. Dan pada hari kiamat kelak mereka akan dimasukan ke dalam azab nerala yang sangat pedih. Allah sama seklai tidak lengah mencatata semua perbuatan kalian” (QS. Al-Baqarah(2):85)

Islam aalah pedoman hidup yang lengkap dan sempurna. Allah ta’ala mengaruniakannya kepada kita, untuk mengatur seluruh aspek kehidupan. Oleh karena itu, maka kita harus meneriam dan berusaha mengamalkan seluruh ajaran Islam. Tidak boleh kita ambil setengah-setengah. Dalam arti salah satu ajarannya kita amalkan, sementara ajarannya yang lain kita tolak.

Banyak orang ketika shalat menggunakan tata cara islam, tapi sayang ketika berbisnis ia tidak mau diatur ole islam. Ada yang dalam berhaji memakai fikih islam, namun saat berideologi dan berkeyakinan, ia memilih untuk mengadopsi agama lain.

Ada juga yang saat berpuasa konsisten dengan tata cara islam; tidak makan; tidak minum dan tidak berdusta. Tapi saat berpolitik ia tak mau berpegang teguh dengan ajaran Islam, sehingga menghalalkan segala cara. Berdusta dengan topeng pencitraan, memfitnah, menyuap, melakukan money politik, bermain culas dan berkorupsi. Amat disayangkan, banyak yang punya anggapan, “Ini adalah masalah politik, bukan urusan agama”. Seakan-akan kalau berpolitik lalu boleh menghalalkan segala cara.

Padahal sesungguhnya Islam, sebagaimana mengatur tata cara shalat dan puasa, Islam juga mengatur tentang etika berbisnis dan mengatur urusan negara. Islam sebagaimana mengatur tentang keimanan dan ibadah, juga mengatur tentang hukum dan tata cara berbusana. Pendek kata, Islam itu mengatur manusia dari bangun tidur hingga tidur lagi, bahkan ketika tidur. Mengatur manusia dari lahri hingga menguburnya saat mati. Islam mengatur mulai dari masuk kamar mandi hingga mengatur bangsa dan negara, bahkan sedunia,

Beragama secara parsialitas, itu adalah salah satu trik setan dalam menyesatkan bani Adam. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman




Artinga: “Wahai orang-orang yang beriman, masuk Islamlah kalian secara kaffah (totalitas), dan janganlah kalian mengikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyatabagi kalian”. QS. Al-Baqarah (2):208
 
Mari kita tinggalkan pola prasmana dalam beragama! Sebab Islam bukan agama prasmanan


Pesantren Tunas Ilmu, Kedungwuluh, Purbalingga
Jum’at 15 Shafar 1436

Kamis, 20 November 2014

Dengan Waktu Terus Bergulir Apa Yang Harus Dilakukan




LajurDakwah- Merupakan ketentuan Allah SWT bahwa waktu itu terus berjalan; Para hamba Allah, seiring dengan waktu itu ada yang celaka, merugi, bahkan tak selamat. Tapi tentu ada yang selamat, bahagia dunia akhirat.
Firman Allah SWT, QS. Al-Ashr: 1-3




"Demi masa.Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran."

Bagi yang ingin selamay apa yang harus dilakukan ;
1. Beriman dengan taat beragama penyebab pertolongan Allah
QS. Muhammad: 7


"Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu."

2.  Bersabar agar menjadi orang yang bersyukur
QS. Yunus: 22



"Dialah Tuhan yang menjadikan kamu dapat berjalan di daratan, (berlayar) di lautan. Sehingga apabila kamu berada di dalam bahtera, dan meluncurlah bahtera itu membawa orang-orang yang ada di dalamnya dengan tiupan angin yang baik, dan mereka bergembira karenanya, datanglah angin badai, dan (apabila) gelombang dari segenap penjuru menimpanya, dan mereka yakin bahwa mereka telah terkepung (bahaya), maka mereka berdoa kepada Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya semata-mata. (Mereka berkata): "Sesungguhnya jika Engkau menyelamatkan kami dari bahaya ini, pastilah kami akan termasuk orang-orang yang bersyukur".

4.Selalu membangun silaturahmi dan ikuti Nabi SAW
QS. Ar-Ro'du: 21



"dan orang-orang yang menghubungkan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan*, dan mereka takut kepada Tuhannya dan takut kepada hisab yang buruk."  

 *yaitu mengadakan hubungan silaturahim dan tali persaudaraan

Firman Allah SWT, QS. Ali-'Imron: 31

  
"Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu". Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." 

Mohon kepada Allah SWT agar tidak ada dengki pada orang beriman
Firman Allah SWT, QS. Al-Hasyr: 10


"Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshor), mereka berdoa: "Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Rabb kami, Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang"

Harus difahami oleh setiap muslim bahwa rakhmat Allah SAW lebih didahulukan dari murka-Nya

(Purbalingga 20 desember/Drs. HM Noer Issja)  

Selasa, 18 November 2014

Petunjuk Itu Bagi yang Mendapati Ridlo Allah SWT


A. Al-Quran kitab Allah SWT diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW untuk pertunjuk bagi yang mengikuti jalan keridloan Allah SWT mendapatkan keselamatan dan keluar dari kegelapan.
QS Al-Maidah; 15-16



"Hai Ahli Kitab, sesungguhnya telah datang kepadamu Rasul Kami, menjelaskan kepadamu banyak dari isi Al Kitab yang kamu sembunyi kan, dan banyak (pula yang) dibiarkannya. Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan Kitab yang menerangkan.Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus."

QS. Yunus: 25


"Allah menyeru (manusia) ke Darussalam (surga), dan menunjuki orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus (Islam)."

B. Allah SWT akan memberi petunjuk siapapun yang dikehendaki atau diridlio tanpa pandang bulu, dan menetapkan sesat bagi pengikut-pengikut syetan siapapun dia
QS. Asy-Syuro: 13

  


"Dia telah mensyari'atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kembali (kepada-Nya)."

QS, Al-Isro: 9 

"Sesungguhnya Al Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu'min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar,"

 C. Hidayah Allah SWT itu agar menuju jalan ke sorga dan datang dengan hati yang tulus yang bersih yang mau berjuang agar tetap dijalan keridloan

QS. Al-A'rof: 43


"Dan Kami cabut segala macam dendam yang berada di dalam dada mereka; mengalir di bawah mereka sungai-sungai dan mereka berkata: "Segala puji bagi Allah yang telah menunjuki kami kepada (surga) ini. Dan kami sekali-kali tidak akan mendapat petunjuk kalau Allah tidak memberi kami petunjuk. Sesungguhnya telah datang rasul-rasul Tuhan kami, membawa kebenaran". Dan diserukan kepada mereka: "ltulah surga yang diwariskan kepadamu, disebabkan apa yang dahulu kamu kerjakan".

QS. An-Nazi'at: 40-41
  


"Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya,maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal(nya)."

QS. Al-Fajr: 27-30

  "Hai jiwa yang tenang.Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya.Maka masuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba-Ku,masuklah ke dalam surga-Ku."

D. Siapapun yang mau mengajak ke hidayah Allah SWT maka ia mendapatkan pahala seperti yang didapatkan mereka yang menikuti dan mengamalkan hidayah tersebut
HR. Imam Muslim DLL dari S. Abu Hurairah RA;

"Barang siapa mengajak mengikuti petunjuk (Allah subhanahu wa ta'ala), ia dapat pahala seperti pahalanya yang mengikutinya tidak kurang sedikitpun. Dan barang siapa mengajak kesesatan, iapun dapat dosa seperti dosa-dosa yang mengikuti perbuatan dosa tidak kurang sedikitun"

(Sumber: Drs. HM Noer Isjja/Pengajian Jumat pagi Masjid Agung Darusalam Purbalingga/14 Nov. 2014)

Wabah Asbun



LajurDakwah-Asal bunyi, atau sering diringkas dengan istilah "asbun", kerap dianggap sebagai suatu hal yang biasa. Banyak orang terjangkiti virus ini, namun tidak merasa bahwa dirinya sedang menderita sakit. Padahal penyakit yang satu ini efek bahanya luar biasa. Dampak negatifnya akan terasa bukan hanya di dunia saja, tapi juga akan terbawa hingga ke akhirat.
Dari Abu Hurairah R.A., Rasulullah SAW menjelaskan,

"Terkadang seorang hamba mengucapkan suatu kalimat tanpa ia perhatikan dampaknya, ternyata mengakibatkan dirinya terjrumus ke dalam neraka sejauh jarak antara timur dan barat". HR. Bukhari dan Muslim, dengan redaksi Muslim.

Banyak praktek asbun yang harus kita waspadai. Di antara yang paling berbahaya adalah berbicara tentang hukum agama tanpa ilmu. Allah ta'ala menegaskan,


"Katakanlah (wahai Muhammad), "Rabbku hanya mengharamkan segala perbuatan keji yang terlihat dan tersembunyi, perbuatan dosa, perbuatan zalim tanpa alasan yang benar. Dan (mengharamkan) mempersekutukan Allah dengan sesuatu, sedangkan Dia tidak menurunkan alasan untuk itu. Juga (mengharamkan) kalian untuk berbicara tentang (hukum) Allah yang tidak kalian ketahui". QS Al-A'raf : 33

Jika dalam dunia medis dikenal dengan adanya mal praktek, dalam ranah keulamaan pun juga ada hal serupa. Bahkan sejak empat belas abad yang lalu, Nabi SAW sudah mengisyaratkan adanya feneomena tersebut,

"Sesungguhnya Allah tidak melenyapkan ilmu (dari muka bumi) dengan cara mencabut ilmu tersebut dari para hamba-Nya, namun Allah akan melenyapkan ilmu (dari muka bumi) denhan meninggalnya [ara ulama. Hingga jika tidak tersisa seorang ulamapun, para manusia menjadikan orang-orang yang bodoh sebagai panutan, mereka menjadi rujukan lalu berfatwa tanpa ilmu, sehingga sesat dan menyesatkan" HR. Bukhari dan Muslim dari hadist Abdullah bin 'Amr R.a dengan redaksi Bukhari.

Diantara praktek asbun yang belakangan ini cukup mewabah, bahkan di antara mereka yang berpenampilan alim: memfitnah sesama muslim. Dengan berbekal gosip, mereka merusak kehormatan para ulama, ustadz dan saudara-suadara mereka seakidah. Hanya kepada Allah saja kita mengadu.
Padahal, jauh-jauh hari Rasulullah SAW telah mengingatkan,

"Barang siapa membicarakan mukmin dengan sesuatu yang tidak benar adanya; niscaya Allah akan benamkan dia ke dalam kubangan nanahnya para penghuni neraka, hingga ia bertaubat dari perkataan tersebut". HR. Abu Dawud dan dinilai sahih oleh al-Hakim, adz-Dzahaby dan al-Albany.

Masih ada berbagai contoh lain praktek asbun. Maka berhati-hatilah !


(Sumber: ustadz Abdullah Zaen, Lc., MA./Masjid agung Darusalam Purbalingga Jawa Tengah/Kamis 21 November 2013)

Minggu, 16 November 2014

Agar Kita Mendapatkan Doa Malaikat




LajurDakwah-Siapa yang tidak ingin mendapatkan doa kebaikan dari malaikat ?!. Tentunya semuanya menginginkannya, karena malaikat adalah makhluk yang mulia, selalu berbuat ketaatan, dan tidak pernah sekalipun berbuat dosa.

Untuk mendapatkan doa-doa kebaikan dari para malaikat itu, marilah kita lakukan hal-hal berikut ini diantaranya :

1. Sholat berjama'ah di shaaf pertama
sebagaimana sabda Nabi SAW:

"Sesungguhnya Allah dan para malaikatnya bersholawat untuk mereka yang sholat (berjama'ah) di shof pertama." (HR. Ibnu Majah : 997 dan lainnya. Disohihkan oleh Syeikh Albani)

2. Mendoakan saudara seiman dari jauh (tanpa sepengetahuannya)
Sebagaimana sabda Nabi SAW:

"Doa seorang muslim untuk saudaranya (seiman) dari jauh adalah mustajab, di sisi kepalanya ada seorang malaikat yang ditugaskan, setiap orang tersebut mendoakan kebaikan saudaranya (seiman),malaikat yang ditugaskan tersebut mendoakan :'Amin, dan untukmu juga seperti itu' (HR. Muslim: 2733)

3. Bersedekah atau berinfak
Sebagaimana sabda Nabi SAW :

"Tidaklah para hamba memasuki waktu pagi hari, melainkan ada dua malaikat turun (ke dunia). Maka salah satu dari berdoa: Ya Allah, berikanlah ganti (yang baik) kepada orang yang bersedekah'. Sedang malaikat yang satunya lagi mengatakan: 'Ya Allah, timpakanlah kerugian kepada orang yang menahan hartanya'. (Muttafaqun Alaih)



4. Berdakwah mengajarkan kebaikan kepada manusia
Sebagaimana sabda Nabi SAW

"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya, penghuni langit dan penghuni bumi, bahkan semut di liangnya dan juga ikan, mereka benar-benar bersholawat untuk orang yang (berdakwah) mengajarkan kebaikan kepada manusia." (HR. At Tirmidzi: 2685, dishohihkan oleh Syeikh Albani)

Demikianlah beberapa amalan yang mendatangkan doa para malaikat untuk kita semua. Mudah-mudahan kita mendapat taufik dan kemudahan dari Nya, amin

(Sumber: Asas El Izzi Makhis Lc./Purbalingga 18 Oktober 2013)

Sabtu, 15 November 2014

Bagaimana Kita Berdoa?




I. Keutamaan Berdoa
Disebutkan dalam Al-Qur'an,


"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran." (QS. Al-Baqarah:186)


"Dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina" (QS. Ghaafir:60)

Dari Abu Hurairah R.a, Dari Rasul SAW, "Tidak ada yang paling mulia atas Allah dari pada doa". HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, Al Hakim, ia mensahihkannya dan disepakati oleh Adz-Dzahabi.

Dari Abu Hurairah R.a, dari Rasul SAW, "Barangsiapa yang tidak minta kepada Allah maka Allah murka kepadanya". HR. Tirmidzi dan lainnya, Syaikh Al Albani mesahihkan sanadnya.

II. Macam-macam Doa
Ibnu Qayyim menyebutkan bahwa doa ada dua macam: 

- Doa ibadah dan pujian, atau yang lebih dikenal dengan dzikir dan pujian kepada Allah. Allah berfirman,



"Hai orang-orang yang beriman berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang" Ws. Al-'Ahzab 41-42

-Doa permohonan dan permintaan, Allah memerintahkan kita untuk minta Kepada-Nya. Allah berfirman, 

'Rabb kalian mengatakan, "Berdoalah kepada-Ku, maka Aku kabulkan unntuk kalian" QS. Ghafir:60

III. Adab-Adab Berdoa.
1. Dimuali dengan memuji Alldah dan bershalawat kepada nabi Muhammad SAW. 
2. Berdoa saat bahagia an saat susah.

"Barangsiapa yang suka Allah mengabulkan doanya ketika susah dan menderita, maka perbanyaklah doa saat bahagia".  HR. Tirmidzi dan Al Hakim, ia mensahihkan dan disetujui oleh Adz-Dzahabi.

3. Merendahkan dan melirihkan suara saat berdoa


"Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas." QS. Al A'raf: 55

4. Mengakui dosa-dosa yang pernah dilakukan.


"Musa mendoa: "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menganiaya diriku sendiri karena itu ampunilah aku". Maka Allah mengampuninya, sesungguhnya Allah Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."  QS. Al-Qasas:16

5. Dengan keyakinan dan kesadaran hati

Nabi Bersabda. "Berdoalah kalian kepada Allah dalam keadaan kalian yakin akan dikabulkan, ketahuilah bahwa Allah tidak mengabulkan doa orang yang lalai" HR. Tirmidzi dan disahihkan oleh Syaikh Al Albani.

6. Memohon dengan sanagt agar doanya dikabulkan.

IV. Syarat-syarat Terkabulnya Doa
  
1. Iklhas karena Allah

 
"Maka sembahlah Allah dengan mengikhlaskan agama kepada-Nya, meskipun orang-orang kafir tidak menyukai(nya)" QS Ghaafir : 14

2. Mengikuti Rasulullah SAWS

 "Katakanlah: "Hai manusia sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua, yaitu Allah Yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang menghidupkan dan mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya) dan ikutilah dia (nabi Muhammad), supaya kamu mendapat petunjuk". QS Al-A'raf: 158

3. Percaya dan yakin bahwa Allah akan mengabulkan doanya
4. Khusyu', konsentrasi dan sanagt harap pahala dan kebaikan di sisi Allah 


 "Maka Kami memperkenankan doanya, dan Kami anugerahkan kepada nya Yahya dan Kami jadikan isterinya dapat mengandung. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu' kepada Kami." QS Al-'Anbya: 90

 5. Serius, bertekad dan bersungguh-sungguh
Dari Anas R.a, Rasulullah SAW bersabda, "Bila salah seorang kalian berdoa, maka bertekadlah dalam berdoa, jangan mengatakan, Ya Allah jika berkehandak maka berilah saya", Sesungguhnya Allah tidak ada yang bisa memaksanya."

V. Penghalang Terkabulnya Doa.
1. Mengkonsumsi dan memakai sesutau yang haram
2. Tergesa-gesa dan berhenti berdoa.

Dari Abu Hurairah R.a , bahwa Nabi SAW bersabda, "Doa salah seorang kalan dikabulkan bila tidak tergesa-gesa, ia mengatakan, "Saya telah berdoa namun belum dikabulkan."

3. Melakukan kemaksiatan dan melakukan dosa. Bagaimana seseorang meminta kepada Dzat yang dia langgar perintah-Nya dan dia lakukan larangan-Nya
4. Meninggalkan kewajiban agama

Dari Abu Khudzaifah R.a, Bahwa Nabi SAW bersabda, "Demi yang Dzat yang jiwaku berada ditangan-nya, kalian harus melakukan amar ma'ruf dan nahi munkar atau Allah hampir-hampir mengirimkan kalian siksa dari-Nya, kemudian kalian berdoa kepada-nya maka dia tidak mengabulkan kepada kalian." HR. Tirmidzi 

5.  Berdoa yang mengandung dosa atau memutus silahturahmi

Dari Abu Sa'id R.a, Nabi SAW bersabda, "Tidaklah seorang muslim berdoa dengan suatu doa yang tidak mengandung dosa dan pemutusan silahturahmi melainkan Allah akan berikan salah satu dari tiga perkara, Bisa jadi Allah segera kabulkan doanya, bisa jadi Allah simpan untuknya di akhirat dan bisa jadi Allah palingkan dari keburukan yang semisalnya." HR. Ahmad Tirmidzi dan dihasankan oleh Syaikh Al Albani.


(Sumber: Ustadz Akhmad Yuswaji, Lc/ Purbalingga 3 Mei 2013)

Jumat, 14 November 2014

Tinggal di "Rumah Hantu", Siapa Mau??



LajurDakwah- Alhamdulillahi wahdah, wash shallatu was salam 'ala rasulillah.

Siapapun menginginkan memiliki rumah yang tentram dan nyaman. Sayangnya, dalam usaha untuk mewujudkan hal tersebut, kebanyakan orang baru sekedar melakukan hal-hal yang bersifat duniawi belaka. Yakni dengan mendirikan bangunan yang megah dan melengkapinya dengan seabreg fasilitas penunjang. Selama tidak berlebihan, sebenarnya hal itu boleh-boleh saja. Namun yang memprihatinkan, mereka lupa bahwa inti kenyamanan dan ketentraman rumah sebenrnya justru bersumber dari ketenangan hati penghuninya. Yang itu akan dicapai manakala mereka rajin beribadah dan memanfaatkan tempat tinggalnya untuk hal-hal yang diridhai Allah.
Apa sajakah yang perlu kita lakukan agar tempat tinggal kita menjadi nyaman dan damai? Juga agar rumah kita tidak menjadi tempat favorit para setan dan "hantu"?

1. Mengucapkan salam sebelum1 masuk rumah

Dari Abu Umamah al-Bahily radhiyallahu'anhu, bahwasanya Rasullah SAW bersabda, "Tiga orang yang dijaga oleh Allah 'azza wa jall; (Beliau menyebutkan yang ketiga adala).....orang yang memasuki rumahnya dengan mengucapkan salam...".HR. Abu Dawud dan sanadnya dinilai sahih oleh al-Hakim. An-Nawawy menyatakan hadist ini hasan2

Catatan:
Salam kita ucapkan, baik di dalam rumah ada orang maupun tidak. Sebab Allah ta'ala berfirman,

"Tidak ada halangan bagi orang buta, tidak (pula) bagi orang pincang, tidak (pula) bagi orang sakit, dan tidak (pula) bagi dirimu sendiri, makan (bersama-sama mereka) dirumah kamu sendiri atau dirumah bapak-bapakmu, dirumah ibu-ibumu, dirumah saudara-saudaramu yang laki-laki, di rumah saudaramu yang perempuan, dirumah saudara bapakmu yang laki-laki, dirumah saudara bapakmu yang perempuan, dirumah saudara ibumu yang laki-laki, dirumah saudara ibumu yang perempuan, dirumah yang kamu miliki kuncinya atau dirumah kawan-kawanmu. Tidak ada halangan bagi kamu makan bersama-sama mereka atau sendirian. Maka apabila kamu memasuki (suatu rumah dari) rumah-rumah (ini) hendaklah kamu memberi salam kepada (penghuninya yang berarti memberi salam) kepada dirimu sendiri, salam yang ditetapkan dari sisi Allah, yang diberi berkat lagi baik. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayatnya(Nya) bagimu, agar kamu memahaminya." (QS. An-Nur: 61)

Menurut Ibnu 'Umar radhiyallahu'anhu,  jika di rumah tidak ada orang, maka redaksi salamnya adalah: 'Assalamu 'alaina wa 'ala 'ibadillahis sholihin (Salam sejahtera atas kami dan para hamba Allah yang salih)".

2.Mengucapkan Basmallah saat masuk rumah.

"Andaikan seseorang memasuki rumahnya dan berdzikir kepada Allah (dengan membaca basmallah) tatkala masuk dan makan, setan akan berkata, "Kalian tidak mendapatkan tempat menginap dan makanan (di rumah ini). Dan jika ia masuk namun tidak membaca basmalah, setan akan berkata, "Kalian mendapatkan tempat menginap dan makan". HR. Msulim (XIII/190 no. 5230) dari Jabir bin Abdullah.

3. Mengucapkan basmalah saat menutup pintu dan perkakas rumah

"Jika hari mulai gelap tahanlah anak-anak kalian (untuk keluar rumah) karena saat itu setan berkeliaran. Jika telah lewat sebagian malam biarkanlah mereka. Tutuplah pintu-pintu dan ucapkanlah basmalah, karena sesungguhnya setan tidak bisa membuka pintu yang tertutup. Tutuplah teko kalian dan ucapkanlah basmalah. Tutupilah bejana kalian walaupun dengan meletakan sesuatu di atasnya dan bacalah basmalah. Matikanlah lampu kalian". HR. Bukhari (hal. 669 no. 3280) dan Muslim (XIII/185 no. 5218) dari Jabir bin Abdullah dengan redaksi Muslim.

4. Memakmurkan rumah dengan ibadah dan membaca Al-Qur'an.

Setan tidak akan mendekati rumah yang dibacakan di dalamnya al-Qur'an. Kalaupun sudah berada didalamnya maka ia akan lari terbirit-birit keluar darinya.

"Sesungguhnya Allah telah menulis kitab dua ribu tahun sebelum diciptakannya langit dan bumi. Dia turunkan darinya dua ayat yang dijadikan sebagai penutup surat al-Baqarah. Tidaklah dibaca di suatu rumah selama tiga malam, melainkan setan tidak dapat mendekatinya". HR. Tirmidzy dari an-Nu'man bin Basyir dan dinyatakan sahih oleh al-Hakim dan al-Albany.

Rasul SAW juga bersabda:

"Jangalah kalian jadikan rumah kalian (seperti) kuburan. Sesungguhnya setan ;ari dari rumah yang di dalamnya dibacakan surat al-Baqarah". HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu'anhu.

Hadist ini memotivasi kita untuk memperbanyak ibadah di rumah, terutama shalat yang hukumnya sunnah dan membaca al-Qur'an; supaya rumah kita tidak mirip kuburan atau jasad orang mati

Rasulullah SAW menerangkan,

"Lakukanlah sebagian sholat kalian di rumah kalian. Jangan jadikan rumah kalian kuburan". HR. Bukhari dari IBN Umar radhiyallahu'anhu. 

Beliau menambahkan, 

"Sebaik-baik sholat seseorang adalah yang dilakukan di rumahnya, kecuali sholat wajib". HR. Ibn Khuzaimah dari Zaid bin Tsabit radhiyallahu'anhu.

Adapun rumah yang dipenuhi suara dangdutan, gendingan atau semisal maka akan menjadi tempat favorit setan; sebab suara tersebut adalah seruling mereka. Sebagaimana ditegaskan Rasul SAW.

"Aku melarang dua suara dungu dan keji. (1) suara senandung sia-sia dan permainan serta seruling setan. (2) Suara saat musibah berupa memukuli wajan dan merobek-robek baju". HR. Al-Hakim dari Abdurahman bin 'Auf radhiyallahu'anhu dan dinyatakan hasan oleh at-Tirmidzy dan al-Albany.

Faidah Penting:
Hadits larangan menjadikanrumah seperti kuburan  menunjukan bahwa kuburan bukalah tempat yang dianjurkan untuk memeperbanyak ibadah didalamnya, kecuali yang ada dalilnya. Sbagaimana dijelaskan para ulama, antara lain : Ibn Batthal (w. 449 H), al-Baghawi (w. 510 H), Ibn Rajab (W. 795 H) dan Ibn Hajar al-'Asqalany (w. 852 H)

(Sumber: Ustadz Abdullah Zaen,Lc,MA/Pengajian Jumat Pagi/Masjid Darussalam Purbalingga Jateng

Ket:
1 Cermati : Al-Adzkar karya an-Nawawy (hal. 373-374)
2 Lihat: Ibid (hal.50)